Satu bulan lebih telah berlalu sejak kepergian Lula Lahfah, namun duka mendalam masih menyelimuti Reza Arap. Dalam sebuah unggahan emosional di Instagram pada Minggu, 29 Maret 2026, Reza Arap membagikan isi hatinya yang terdalam, disertai dengan kumpulan foto dan video kenangan bersama almarhumah kekasihnya. Pesan tersebut, yang ditulis dalam bahasa Inggris, menjadi saksi bisu dari perjuangan Reza Arap dalam menghadapi kehilangan yang begitu besar.
Reza Arap tidak ragu untuk mengungkapkan betapa hancurnya ia setelah ditinggalkan Lula. Ia menggambarkan dirinya berada di titik terendah dalam hidup, bahkan sampai dianggap “gila” oleh orang-orang di sekitarnya. Perasaan kehilangan yang mendalam membuatnya kehilangan pegangan, berbicara sendiri dengan benda-benda mati seperti bangku taman, dinding, bahkan serangga dan hewan kecil.
“Aku menghabiskan hari-hari berbicara sendiri, dengan bangku taman, dinding, kelelawar, semut, burung, awan, bunga matahari. Orang-orang mengolok-olokku, mereka menyebutku gila. Bahkan anak-anak juga bilang mereka liat aku tuh udah orang yang gila,” tulisnya, menggambarkan betapa beratnya ia menjalani hari-hari tanpa Lula.
Pengalaman pahit ini justru menjadi pelajaran berharga bagi Reza Arap. Ia menyadari bahwa tidak semua hal dalam hidup dapat dikendalikan sesuai keinginan. Perasaan kehilangan yang begitu dalam telah menghancurkan egonya, sebuah ego yang sebelumnya selalu mendorongnya untuk mengendalikan segalanya. Ia bercerita tentang momen ketika ia berlutut, menangis, memohon, mencakar lantai, dan akhirnya menemukan kekuatan dalam doa, sebuah tindakan yang tak pernah disangka akan dilakukannya.
“Kamu tahu bahwa pacarmu selalu ingin dan harus mengendalikan segalanya. Tapi sesuatu di luar diriku sebagai manusia biasa mengatakan sebaliknya. Aku berlutut, menangis, memohon, mencakar lantai, dan hal terakhir yang tidak pernah disangka semua orang adalah, aku berdoa. Egoku hancur,” tambahnya, menunjukkan kerentanan dan perubahan drastis dalam dirinya.
Kepergian Lula yang mendadak meninggalkan luka yang mendalam bagi Reza Arap. Ia terus bertanya-tanya mengapa hal ini terjadi, mengingat betapa berharganya Lula baginya. Lula adalah sosok yang menerima Reza apa adanya, bahkan ketika citra Reza di mata publik sudah hancur.
“Dipikir-pikir, tugas lu berat juga ya. Dengan ‘image’ aku yang udah hancur bertahun-tahun, tanpa aku minta – kamu badanin, kamu tabrak lurus dengan tulus, nunjukin ke semua orang kamu balikin itu semua 180 derajat. Eh pas lagi planning mimpi kita bareng… kamu langsung pergi aja gitu,” ungkapnya dengan pilu, mengenang bagaimana Lula berusaha memperbaiki citranya dan bagaimana mereka merencanakan masa depan bersama.
Reza Arap juga tidak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya yang tulus kepada Lula atas setiap momen indah yang telah mereka lewati bersama. Ia mengakui bahwa hubungan mereka mungkin tidak sempurna, namun di dalamnya terdapat cinta yang tulus dan mendalam. Ia memohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahannya selama menjalin hubungan.
“Sayang… Makasih, ya. Di luar hubungan kita yang tidak sempurna, tapi kita sama-sama pernah merasa mencintai dan dicintai secara ugal-ugalan. Maaf aku banyak kurangnya dan salahnya. Itulah hal terbaik yang bisa aku berikan kepadamu. Terima kasih atas senyuman paling murni, pelukan terhangat, ciuman termanis, dan kebaikan hatimu yang telah kamu tebarkan kepadaku dan semua orang di sini,” tuturnya, menunjukkan penghargaan yang mendalam terhadap sosok Lula.
Meskipun tugasnya untuk menjaga Lula telah selesai, ada satu proyek yang belum sempat terselesaikan, yaitu film berjudul Harusnya Horor yang ia kerjakan bersama Lula. Reza Arap berjanji akan memberikan yang terbaik untuk menyelesaikan proyek tersebut sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada kekasihnya.
Di akhir pesannya, Reza Arap meminta izin kepada Lula untuk melanjutkan hidupnya dan melupakan kesedihannya. Ia mengutip perkataan Lula sendiri, “Mumpung masih di sini, make the most of it-lah,” sebagai pengingat untuk terus menjalani hidup dengan penuh makna. Ia juga bertekad untuk mengurangi sifat mengeluhnya, sebuah janji yang ia sampaikan kepada Lula.
“Aku izin move on with my life ya, sayang.. Just like what you said “Mumpung masih di sini, make the most of it-lah”. Aku udah janji akan kurangin ngeluh. Lu liat ya dari sono noh jadi apa laki lu. I love you, Lula Lahfah. Oh iya, makasih udah kasih lihat aku segalanya,” pungkasnya dengan penuh haru.
Lula Lahfah meninggal dunia pada 23 Januari 2026. Reza Arap menunjukkan kesetiaannya dengan mendampingi Lula hingga ke peristirahatan terakhirnya di TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur. Belakangan ini, nama Reza Arap kerap dikaitkan dengan Fuji, bahkan tagar #Furab sempat menjadi trending di media sosial. Namun, baik Reza Arap maupun Fuji belum pernah memberikan konfirmasi resmi mengenai hubungan asmara mereka.
Perjuangan Reza Arap dalam menghadapi kehilangan dan upayanya untuk bangkit kembali menjadi pengingat bahwa cinta sejati dapat memberikan kekuatan, bahkan di tengah kesedihan yang paling mendalam.
– Aktor Ammar Zoni baru saja menghadiri sidang terkait kasus narkoba yang sedang menimpanya. Dalam…
Skema Kredit Motor Listrik Polytron 2026: Pilihan Ramah Lingkungan dengan Cicilan Terjangkau Polytron menjadi salah…
Harga Emas Batangan Antam Turun Pada Senin (23/3/2026) Harga emas batangan bersertifikat dari Logam Mulia…
Lokasi dan Keunikan Stasiun Garut Stasiun Garut merupakan salah satu titik penting dalam sistem transportasi…
Silaturahmi Idulfitri: Suku Togutil Turun Gunung, Jalin Persaudaraan dengan Warga Halmahera Perayaan Idulfitri di pedalaman…
Azizah Salsha dan Liburan Romantis di Labuan Bajo Selebgram Azizah Salsha, yang akrab disapa Zize,…