Insiden kericuhan yang mewarnai laga antara Persib Bandung melawan Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jawa Barat, pada Rabu (18/2/2028), tidak hanya menjadi perhatian publik sepak bola domestik, tetapi juga telah merambah pemberitaan media di Timur Tengah. Fenomena ini muncul pada Kamis (19/2/2026), ketika sebuah akun media sosial yang mengatasnamakan Alderby mengunggah serangkaian momen menegangkan pasca pertandingan yang berkesudahan 1-0 untuk kemenangan Persib.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat jelas suasana mencekam di mana wasit pertandingan terpaksa berlari kencang menuju ruang ganti. Hal ini dipicu oleh aksi sejumlah suporter Persib, yang dikenal sebagai Bobotoh, yang turun ke lapangan setelah peluit akhir dibunyikan. Laporan yang menyertai unggahan tersebut menjelaskan, “Fans Persib Indonesia menyerbu lapangan untuk menyerang wasit Saudi, Majed Al-Shamrani, setelah pertandingan berakhir hari ini melawan Ratchaburi Thailand di babak 16 besar AFC. Meskipun tim Thailand kalah 0-1, mereka tetap lolos berkat kemenangan 3-0 di leg pertama.”
Tak hanya melaporkan kejadian, media tersebut juga menyuarakan keprihatinan mendalam terkait manajemen risiko pertandingan. Mereka mempertanyakan bagaimana keselamatan wasit dan para pemain tim tamu dapat terancam dalam sebuah kompetisi profesional.
Yang menarik, di tengah sorotan terhadap kericuhan, kolom komentar justru dibanjiri oleh netizen Timur Tengah yang melontarkan kritik pedas terhadap kinerja wasit Majed Al-Shamrani. Banyak di antara mereka yang menilai bahwa wasit asal Arab Saudi ini memang memiliki rekam jejak yang bermasalah, bahkan saat memimpin pertandingan di kawasan Timur Tengah.
Beberapa komentar yang menonjol antara lain:
Menyusul sorotan publik, terungkap pula sejumlah keputusan kontroversial yang diduga dibuat oleh wasit Majed Al-Shamrani selama memimpin pertandingan tersebut. Setidaknya ada tujuh poin krusial yang menjadi sorotan:
Berdasarkan informasi dari Transfermarkt, berikut adalah profil singkat dari wasit Majed Al Shamrani:
Menariknya, ini bukan kali pertama Timnas Indonesia, terutama di kelompok usia, mengalami nasib kurang beruntung ketika dipimpin oleh wasit Majed Al-Shamrani. Setidaknya ada dua partai penting yang berakhir dengan hasil kurang memuaskan bagi Garuda Muda:
Perebutan Juara Ketiga AFC U23 2024:
Pada ajang perebutan posisi ketiga Piala Asia U23 2024, Timnas U23 Indonesia yang diasuh Shin Tae-yong harus berhadapan dengan Timnas U23 Irak. Dalam pertandingan tersebut, wasit Majed Al-Shamrani mengeluarkan empat kartu kuning untuk Timnas U23 Irak dan tiga kartu kuning untuk Timnas U23 Indonesia. Hasilnya, Timnas U23 Indonesia gagal meraih posisi ketiga dan terpaksa mengubur impian berlaga di Olimpiade Paris 2024 melalui jalur play-off.
Final SEA Games 2019:
Kejadian serupa terjadi pada partai final SEA Games 2019 di Rizal Memorial Stadium, Filipina, pada Selasa (10/12/2019). Timnas U22 Indonesia yang saat itu dilatih Indra Sjafrie harus menelan kekalahan telak 0-3 dari Vietnam. Dalam laga krusial tersebut, Majed Al-Shamrani hanya mengeluarkan satu kartu kuning untuk masing-masing tim. Pemain Timnas U22 Indonesia yang mendapat kartu kuning adalah Firza Andika, sementara dari Vietnam adalah Nguyen Hoang-trong.
Ringkasan Berita TKA 2026 untuk Siswa SD dan SMP Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kembali…
– Aktor Ammar Zoni baru saja menghadiri sidang terkait kasus narkoba yang sedang menimpanya. Dalam…
Skema Kredit Motor Listrik Polytron 2026: Pilihan Ramah Lingkungan dengan Cicilan Terjangkau Polytron menjadi salah…
Harga Emas Batangan Antam Turun Pada Senin (23/3/2026) Harga emas batangan bersertifikat dari Logam Mulia…
Lokasi dan Keunikan Stasiun Garut Stasiun Garut merupakan salah satu titik penting dalam sistem transportasi…
Silaturahmi Idulfitri: Suku Togutil Turun Gunung, Jalin Persaudaraan dengan Warga Halmahera Perayaan Idulfitri di pedalaman…