Lembang, Bandung Barat – Kemarahan warga Kampung Cipariuk, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, memuncak akibat aktivitas offroad liar yang terus-menerus merusak infrastruktur vital. Sebagai bentuk protes dan kepedulian terhadap lingkungan serta fasilitas umum, warga mengambil langkah tegas dengan menutup akses masuk dan keluar kawasan hutan yang berbatasan langsung dengan pemukiman mereka. Aktivitas yang melibatkan kendaraan roda empat maupun roda dua jenis trail ini tidak hanya mengganggu ketenangan, tetapi juga menyebabkan kerugian materiil yang signifikan bagi masyarakat.
Kerusakan yang paling mencolok terlihat pada dua aspek krusial bagi kehidupan warga: saluran air bersih dan jalur pertanian serta peternakan. Dedikasi warga untuk menjaga kelangsungan hidup komunitas mereka kini terhalang oleh jejak-jejak “ban ganas” yang ditinggalkan oleh para pelaku offroad liar.
Salah satu keluhan utama yang diungkapkan oleh tokoh masyarakat Kampung Cipariuk, Dadang Aziz Muslim (50), adalah hilangnya pasokan air bersih akibat kerusakan pipa. Pipa-pipa yang seharusnya mengalirkan air ke rumah-rumah warga, yang melintasi kawasan hutan, kerap kali hancur terlindas oleh ban kendaraan offroad. Situasi ini memaksa warga untuk melakukan tindakan darurat demi mendapatkan akses air.
“Sekarang pipa-pipa itu terpaksa dinaikkan (digantung) ke atas karena kalau di tanah sering hancur terlindas ban-ban ganas offroad,” ujar Dadang dengan nada prihatin. Pemasangan pipa secara menggantung ini jelas merupakan solusi sementara yang merepotkan dan menunjukkan betapa parahnya dampak kerusakan yang ditimbulkan.
Bukan hanya saluran air yang menjadi korban. Jalur yang selama ini dimanfaatkan warga untuk mencari rumput pakan ternak dan sebagai akses menuju lahan pertanian mereka kini berubah fungsi menjadi kubangan lumpur. Lintasan yang dulunya rata dan mudah dilalui, baik oleh manusia maupun hewan ternak, kini berubah menjadi alur yang dalam dan berlumpur akibat seringnya dilalui kendaraan berat.
Kondisi ini sangat memberatkan aktivitas ekonomi warga, terutama bagi mereka yang bergantung pada hasil pertanian dan peternakan. Warga bahkan sempat menggelar aksi unjuk rasa pada Minggu, 15 Februari 2026, sebagai bentuk protes dan mendesak penutupan jalur-jalur yang merusak lingkungan dan mengganggu mata pencaharian mereka.
Dampak kerusakan tidak berhenti di dalam kawasan hutan. Jalan kampung yang menjadi akses utama keluar masuk kendaraan offroad kini juga mengalami kondisi memprihatinkan. Dadang menjelaskan bahwa jalan desa yang dulunya masih dalam kondisi baik, kini rusak parah.
“Jalan desa ini kalau tidak di-hotmix, ya parah sekali. Padahal 4 tahun lalu kondisinya masih bagus. Sekarang sudah rusak parah karena terus-menerus dilewati kendaraan berat,” tuturnya. Kerusakan ini tentu saja menambah beban biaya perbaikan bagi pemerintah desa dan masyarakat.
Menyikapi situasi yang semakin memburuk, telah dilakukan mediasi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan desa, Perhutani, dan komunitas pegiat offroad. Hasil dari mediasi tersebut adalah keputusan untuk menutup sementara akses di Kampung Cipariuk.
Warga secara tegas mendesak Perhutani untuk lebih serius dalam menertibkan aktivitas offroad liar. Mereka menekankan perlunya pemberian teguran keras bagi para pelaku yang tidak bertanggung jawab. Dadang membedakan antara komunitas offroad yang terorganisir dengan baik dan pelaku liar. Komunitas resmi, seperti komunitas Land Rover, dinilai lebih mudah diajak berkoordinasi karena memiliki struktur pengelola yang bertanggung jawab atas perbaikan jalan.
“Yang perlu diantisipasi itu yang liarnya. Kami minta ada pemetaan ulang dan minimal ada peringatan tegas di jalur-jalur keluar masuk yang tidak resmi agar tidak semakin merugikan masyarakat,” tegas Dadang.
Menanggapi keresahan dan protes warga, Perhutani bergerak cepat dengan melakukan penutupan akses offroad di Kampung Cipariuk, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Penutupan ini merupakan buntut langsung dari keluhan warga terkait kerusakan jalan kampung, saluran air, dan lintasan di kawasan hutan yang kerap dijadikan arena offroad.
Asisten Perhutani (Asper) BKPH Lembang, Cucu Supriatna, menjelaskan bahwa penutupan sementara ini menyasar objek wisata Nyawang Bandung, yang selama ini seringkali menjadi titik masuk dan keluar utama bagi kendaraan offroad.
“Kami hari ini bersama masyarakat dan mitra kami Safari Hutan, melakukan pemasangan banner penutupan sementara wisata Nyawang Bandung, jadi dua akses masuk ke akses wisata ini, sementara kita tutup,” ungkap Cucu pada Kamis, 19 Februari 2026.
Cucu membenarkan bahwa keluhan utama warga berkaitan dengan kerusakan aliran air, jalur lintasan warga, serta kerusakan jalan kampung yang disebabkan oleh aktivitas offroad, baik mobil maupun sepeda motor trail. Kawasan Nyawang Bandung di Kampung Cipariuk memang dikenal sebagai salah satu akses utama bagi komunitas mobil untuk melakukan kegiatan offroad di area hutan.
“Jadi yang dipermasalahkan (warga) cross sama offroad yang melewati akses masyarakat. Itu yang menjadi permasalahan, dan makanya kita melakukan penutupan,” jelasnya.
Perhutani berharap agar permasalahan ini dapat segera terselesaikan tanpa berlarut-larut. Pihaknya mendorong agar pengelola Nyawang Bandung segera duduk bersama dengan warga untuk mencari solusi atas berbagai keluhan yang muncul.
“Mudah-mudahan Nyawang Bandung cepat ada solusi, cepat ada kesepakatan antara pengelola dengan warga. Mudah-mudahan menjelang lebaran, sudah buka lagi,” harap Cucu.
Cucu menambahkan bahwa Safari Hutan merupakan satu-satunya mitra wisata offroad yang resmi bekerja sama dengan Perhutani. Ia tidak menampik adanya kemungkinan aktivitas offroad liar yang dilakukan secara mandiri atau berkelompok.
“Jadi mudah-mudahan dengan adanya gerakan ini, diharapkan aktivitas offroad liar bisa gabung ke Safari Hutan. Jadi yang terbaik itu kolaborasi dengan komunitas dan masyarakat,” pungkasnya. Langkah penutupan ini diharapkan dapat menjadi titik awal untuk penataan aktivitas offroad agar lebih bertanggung jawab dan tidak merugikan masyarakat serta lingkungan.
Prakiraan Cuaca Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa…
Pengalaman Emosional Ronaldo di Jakarta Atmosfer Stadion Utama Gelora Bung Karno pecah oleh sorak sorai…
Skutik Retro dengan Teknologi Hybrid Hadir di Pasar India Yamaha Fascino 2026 hadir sebagai kejutan…
Penembakan Pesawat F-15E oleh Iran Pesawat jet tempur AS jenis F-15E ditembak jatuh saat mengudara…
Pengalaman Alumni dalam Menembus Dunia Kerja Pada acara pelepasan calon wisudawan yang digelar oleh Fakultas…
Perak Meroket di Tengah Optimisme Perdamaian Timur Tengah Harga perak menunjukkan lonjakan signifikan, mencapai sekitar…