Sahur Wajib Arumi-Emil: Menu Ramadhan Istimewa

Arumi Bachsin: Persiapan Matang Sambut Ramadhan dan Prioritas Kebersamaan Keluarga

Kehidupan Arumi Bachsin kini telah beranjak dari gemerlap dunia sinetron menjadi seorang ibu rumah tangga yang fokus pada keluarga. Menyambut bulan suci Ramadhan 2026, Arumi mengaku telah melakukan persiapan matang untuk memastikan kelancaran ibadah dan aktivitas keluarga tanpa repot. Pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya menjadi pelajaran berharga baginya.

Dulu, Arumi kerap merasa bingung dan kerepotan dalam merencanakan serta mengatur menu sahur dan berbuka puasa. Namun, untuk Ramadhan kali ini, ia telah mengambil langkah proaktif dengan menyiapkan stok berbagai pilihan lauk pauk jauh sebelum bulan puasa tiba. Bahkan, beberapa menu telah dimasak terlebih dahulu sebelum Ramadhan dimulai.

Bacaan Lainnya

“Sebelumnya tuh H-1 atau H-2 baru panik. Kalau sekarang udah selesai persiapannya. Semuanya udah lebih terorganisir,” ungkap Arumi Bachsin saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat. Ia menambahkan, “Aku udah masak, ya dibantu sih, bukan aku semua yang masak. Tapi udah ngumpulin lauk-lauk. Jadi nanti ketika sahur ataupun buka puasa udah banyak yang tinggal aku recook (hangatkan) lagi.”

Menu Andalan yang Tahan Lama untuk Ramadhan

Persiapan Arumi tidak hanya sekadar mengumpulkan bahan mentah, melainkan juga memasak menu-menu yang memiliki daya tahan lama. Tujuannya adalah agar lauk pauk tersebut dapat dengan mudah dihangatkan kembali saat waktu sahur maupun berbuka puasa tiba.

Beberapa menu andalan yang telah disiapkan antara lain:

  • Ayam Ungkep: Ayam yang diungkep memiliki rasa yang meresap dan tekstur yang empuk, sehingga sangat praktis untuk diolah kembali.
  • Olahan Ikan: Ikan yang telah diolah menjadi gulai atau kari juga menjadi pilihan favorit karena kaya rasa dan bumbu.

Selain itu, Arumi juga memperhatikan preferensi keluarga, terutama anak-anaknya. Ia menjelaskan, “Kalau keluarga aku tuh yang harus ada telur, entah telur dadar atau dibikin orak-arik gitu. Terus anak-anak suka banget sama ayam goreng. Paling nanti pas buka atau sahur tinggal nambahin sayur atau minuman es yang segar-segar.”

Dengan persiapan yang matang ini, Arumi Bachsin merasa Ramadhan tahun ini akan dijalani dengan lebih santai dan penuh ketenangan. Ia menyadari bahwa kesibukan dalam urusan rumah tangga yang terorganisir jauh lebih menyenangkan dibandingkan dengan kesibukan yang disebabkan oleh pekerjaan yang belum terselesaikan. “Lebih baik hectic karena kerjaan daripada hectic karena urusan rumah belum kelar,” ujarnya sambil tertawa.

Liburan Akhir Tahun: Prioritas Kebersamaan Keluarga di Jawa Timur

Berbeda dengan kebanyakan rekan-rekannya di dunia hiburan yang memilih berlibur ke luar negeri saat momen akhir tahun 2025, Arumi Bachsin justru mengambil keputusan yang berbeda. Ia dan keluarganya memilih untuk tidak bepergian ke luar kota, melainkan tetap berada di Jawa Timur untuk mendampingi sang suami, Emil Dardak, yang menjabat sebagai Wakil Gubernur.

Bagi Arumi, prioritas utamanya adalah menghabiskan waktu berkualitas bersama anak-anak di rumah. Fokusnya tetap tertuju pada kegiatan dan tanggung jawab keluarga yang dijalani sepanjang tahun di Jawa Timur. “Belum, belum ada. Kita masih fokus di Jawa Timur,” ujar Arumi Bachsin. Ia melanjutkan, “Kami lebih ke spend time sama family, sama keluarga aja sih di rumah.”

Arumi menyadari bahwa kesibukan masing-masing anggota keluarga seringkali membuat waktu untuk berkumpul menjadi sangat terbatas. Jadwal sekolah anak-anak yang semakin panjang, ditambah dengan kegiatan les dan aktivitas di akhir pekan, membuat momen kebersamaan menjadi barang langka.

“Biasanya sepanjang tahun kita sibuk masing-masing. Anak-anak sekarang sekolahnya lama-lama banget, Sabtu Minggu juga kadang ada les atau kegiatan di luar rumah. Kadang-kadang kita ketemunya jadi sangat minim,” tuturnya.

Oleh karena itu, Arumi melihat waktu libur sebagai kesempatan emas untuk benar-benar hadir dan mempererat ikatan emosional dengan keluarganya. Ia merasa bahwa kebersamaan di rumah, tanpa perlu bepergian jauh, sudah cukup bermakna dan memberikan kebahagiaan tersendiri.

“Setiap ada waktu libur, kita berusaha untuk bisa quality time bareng keluarga,” kata Arumi. Baginya, esensi dari momen akhir tahun bukanlah tentang destinasi liburan yang mewah, melainkan tentang bagaimana keluarga dapat kembali terhubung dan memperkuat silaturahmi setelah melalui rutinitas panjang sepanjang tahun.

Pos terkait