Fenomena Karung Putih di Tambora: Dari Dugaan Mayat Hingga Penjelasan Mengejutkan
Sebuah kejadian yang berawal dari rekaman video amatir dan dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial, telah menimbulkan kehebohan di kalangan masyarakat, khususnya di kawasan Tambora, Jakarta Barat. Dalam video tersebut, tampak seorang pria berjalan santai memanggul sebuah karung putih berukuran cukup besar di tengah keramaian permukiman padat penduduk. Bentuk karung yang menyerupai siluet tubuh manusia, ditambah dengan narasi spekulatif yang menyertainya, dengan cepat memicu dugaan bahwa pria tersebut sedang membawa jenazah manusia.
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu malam, 7 Februari 2026, sekitar pukul 18.58 WIB, di area RT 012 RW 06, Kelurahan Krendang, Tambora. Pria yang terekam oleh kamera CCTV ini mengenakan kaus hitam lengan panjang dan celana jins sobek. Ia berjalan tanpa menunjukkan gestur mencurigakan atau berusaha menutupi identitasnya, seolah aktivitas yang dilakukannya adalah hal yang lumrah. Namun, rekaman suara dalam video tersebut memperkuat kecurigaan banyak orang. Suara itu terdengar seperti mendeskripsikan bagian-bagian tubuh, “Ini kepalanya nih. Diduga membawa mayat, entah orang mana dan ini kakinya tuh.” Kondisi lingkungan sekitar saat itu terpantau ramai oleh aktivitas warga, menambah dramatisasi situasi yang terekam.
Respon Cepat Pihak Kepolisian dan Hasil Penyelidikan
Viralnya video ini dengan cepat menarik perhatian aparat kepolisian. Menanggapi keresahan yang muncul di tengah masyarakat, tim dari Polres Metro Jakarta Barat segera bergerak untuk melakukan penelusuran. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Arfan Zulkan, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menurunkan tim untuk menelusuri kondisi di lapangan dan mencocokkan identitas pria dalam video dengan rekaman CCTV di sekitar lokasi.
Setelah melakukan penyelidikan mendalam, pihak kepolisian akhirnya berhasil memastikan kebenaran di balik karung putih tersebut. Hasil investigasi menegaskan bahwa isi karung yang dibawa oleh pria itu bukanlah jenazah manusia, melainkan seekor biawak. Pernyataan ini disampaikan oleh AKBP Arfan Zulkan pada Minggu, 8 Februari 2026, yang menyatakan, “Benar, pria tersebut membawa biawak. Anggota kami sudah langsung cek ke lokasi. Sudah dipastikan memang biawak yang dibawa oleh pria tersebut.”
Meskipun sudah dipastikan bukan jenazah, polisi belum merinci apakah biawak tersebut dalam kondisi hidup atau mati saat dibawa. Namun, untuk menenangkan warga dan mengakhiri spekulasi yang berkembang, pria yang bersangkutan telah diberikan pembinaan di Polsek Tambora. AKBP Arfan Zulkan menambahkan, “Warga diharapkan tetap tenang karena polisi sudah menindaklanjuti dengan cepat. Dipastikan bukan mayat yang dibawa.”
Kronologi Penangkapan dan Penjualan Biawak Jumbo
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kejadian ini, tim Jatanras Polda Metro Jaya juga melakukan pendekatan terhadap pria yang viral tersebut. Dalam sebuah video klarifikasi yang beredar di media sosial, pria yang diketahui bernama Dedi Suherli ini membeberkan kronologi lengkap perjalanannya membawa biawak tersebut.
Dedi menceritakan bahwa aktivitasnya dimulai saat ia sedang mengamen di kawasan Lampu Merah Petojo, Gambir, Jakarta Pusat. Di sana, ia melihat seekor biawak di Kali Petojo. Tanpa pikir panjang, Dedi berusaha menangkap hewan tersebut. Upayanya berhasil, dan ia berhasil menangkap seekor biawak berukuran cukup besar.
Setelah berhasil menangkap biawak jumbo tersebut, Dedi memasukkannya ke dalam kardus dengan niat untuk menjualnya di daerah Lokasari, Jakarta Barat. Namun, sayangnya, tidak ada pembeli yang tertarik untuk meminang biawak tersebut. Akhirnya, Dedi memutuskan untuk membawanya pulang ke rumah kontrakannya.
Dalam perjalanan pulang itulah, kardus tempat biawak berada diganti dengan karung putih yang kemudian menjadi viral. Saat melintasi kawasan Tambora dan terekam oleh CCTV, keberadaan Dedi dengan karung putihnya menimbulkan kesalahpahaman yang meluas.
Permohonan Maaf dan Penegasan Isi Karung
Dedi Suherli menyadari bahwa tindakannya telah menimbulkan keresahan dan spekulasi yang tidak benar di masyarakat. Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan. Dalam video klarifikasi tersebut, Dedi secara langsung menunjukkan bahwa biawak yang dibawanya masih hidup dan berada di rumahnya, sebagai bukti bahwa ia tidak membawa jenazah manusia.
“Orang nyangkanya bawa mayat, ternyata biawak,” ujar Dedi. Ia menambahkan, “Minta maaf ya, udah bikin rame, bikin viral. Maaf ya pak, itu bukan mayat, itu biawak.” Klarifikasi ini diharapkan dapat mengakhiri spekulasi dan menenangkan kekhawatiran yang sempat muncul di kalangan masyarakat. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkannya, terutama di era digital yang serba cepat ini.







