Bencana tanah longsor yang melanda Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, telah menyebabkan dampak yang sangat besar. Puluhan korban jiwa, ratusan warga mengungsi, dan ancaman longsor susulan terus menghantui. Hingga Minggu (25/1/2026) sore, tim SAR gabungan telah menemukan total 25 kantong jenazah (body pack), menunjukkan betapa luasnya tragedi ini di wilayah yang memang rawan terhadap pergerakan tanah.
Dari 25 jenazah yang ditemukan, 11 di antaranya telah berhasil diidentifikasi. Identifikasi ini meliputi 10 jenazah utuh dan satu potongan tubuh. Di sisi lain, 23 warga dilaporkan selamat, sementara 81 orang lainnya masih dalam proses pencarian.
Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) berlangsung dengan risiko yang tinggi. Sempat terjadi penghentian sementara aktivitas di sektor A1 sekitar pukul 10.41 WIB karena terdeteksi potensi longsoran baru. Setelah dilakukan pemantauan menggunakan drone UAV di area longsor dan dinyatakan relatif aman, pencarian dilanjutkan kembali pada pukul 11.10 WIB.
Lebih dari 250 personel gabungan dari berbagai instansi, termasuk Basarnas, TNI, Polri, BNPB, dan BPBD, dikerahkan ke dua sektor utama, yaitu sektor alpha dan bravo. Proses evakuasi menggunakan kombinasi alat berat, pencarian manual, dan pemantauan udara menggunakan drone UAV. Tujuannya adalah mempercepat penemuan korban yang diduga masih tertimbun material longsor.
Namun, operasi ini tidaklah mudah. Cuaca buruk dan kontur medan perbukitan yang curam menjadi tantangan serius bagi tim SAR. Karena pertimbangan teknis dan keselamatan petugas, operasi pencarian dihentikan sementara dan dijadwalkan untuk dilanjutkan pada Senin (26/1/2026).
Longsor yang terjadi pada dini hari tersebut juga menimbun lebih dari 30 rumah warga. Untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan, 232 warga dari sekitar lokasi kejadian telah dievakuasi dan mengungsi di GOR serta Aula Desa setempat. BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama instansi terkait terus melakukan pendataan dampak, pemantauan kondisi lereng, dan pemetaan risiko lanjutan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa Pemerintah telah mengaktifkan lima klaster penanganan darurat secara terpadu. Klaster-klaster ini meliputi SAR, kesehatan, logistik, perlindungan dan pengungsian, serta pemulihan. Prioritas utama adalah perlindungan pengungsi dan keselamatan tim lapangan, mengingat masih tingginya potensi bencana hidrometeorologi di kawasan tersebut.
Dalam operasi pencarian korban longsor ini, penggunaan Unmanned Aerial Vehicles (UAV) atau drone menjadi salah satu komponen teknologi kunci. Menurut Basarnas, 12 unit drone telah dikerahkan untuk membantu memantau area longsor dan mempercepat identifikasi titik-titik penemuan korban. Drone digunakan bersamaan dengan alat berat dan tim darat.
Drone UAV memberikan beberapa keunggulan operasional dalam konteks bencana seperti ini:
Pemantauan Udara Cepat: Drone mampu melakukan pemantauan udara secara cepat dan menjelajahi area yang luas serta medan yang sulit diakses tanpa membahayakan personel di lapangan.
Teknologi Canggih: Drone sering dilengkapi dengan kamera resolusi tinggi dan sensor inframerah (thermal imaging), yang dapat membantu mendeteksi tanda panas tubuh korban bahkan dalam kondisi visibilitas rendah, misalnya tertutup material longsor atau vegetasi.
Pemetaan 2D dan 3D: Drone juga digunakan untuk membangun peta 2D dan 3D dari kawasan terdampak, memberikan gambaran yang lebih baik kepada komando SAR dalam merencanakan rute pencarian dan memetakan area paling berisiko. Kapabilitas pemetaan ini jauh melampaui resolusi gambar satelit biasa dan sangat berguna ketika medan sangat tidak stabil atau tertutup reruntuhan.
Contohnya, dalam operasi tanah longsor besar di Norwegia, penggunaan drone selama lebih dari 270 jam terbang memberikan data real-time dan visual kondisi wilayah yang sangat penting bagi tim SAR, sekaligus mengurangi risiko keselamatan petugas di medan yang berbahaya. Dengan demikian, UAV tidak hanya mempercepat proses pencarian dan penyelamatan, tetapi juga memperluas jangkauan pengawasan, meningkatkan keselamatan tim lapangan, dan memperkuat koordinasi lintas unit dalam misi kemanusiaan yang kompleks seperti di Bandung Barat.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau lokasi bencana longsor di Cisarua, Bandung Barat, dan menyoroti masalah alih fungsi lahan. Gibran meminta kepada kepala daerah, mulai dari Gubernur Jawa Barat, Wakil Gubernur Jawa Barat, Bupati Bandung Barat, hingga Wakil Bupati Bandung Barat, untuk menelusuri alih fungsi lahan bersama pihak kepolisian.
“Tadi saya titip ke kepala daerah, bupati, pak wagub, ya ini mohon untuk alih fungsi lahan, hal-hal yang sekiranya melanggar peraturan regulasi ini mohon nanti bersama pak Kapolda bisa diselesaikan,” kata Wapres di Posko Pengungsian.
Wapres menerima laporan dari warga bahwa daerah yang tertimpa bencana longsor dulunya merupakan hutan pinus. Ia meminta agar wilayah yang telah alih fungsi tersebut dapat dihijaukan kembali. “Tadi saya dengar beberapa warga dulu kan di sini banyak pohon pinus ya bapak ibu, ini mohon dihijaukan kembali dan kita doakan sama-sama ya bapak ibu biar tim yang bekerja di lapangan bisa maksimal,” katanya.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, berjanji akan kembali menata kawasan di Bandung bagian utara tersebut. “Insyaallah, Pak Wapres, kita akan segera tata kembali,” katanya. Ia juga berjanji akan terus memantau bantuan yang disalurkan kepada korban terdampak longsor agar tepat sasaran. Selain bantuan, Pemerintah Provinsi Jabar memastikan posko kesehatan beroperasi 24 jam.
Sebelumnya, operasi pencarian terhadap korban tanah longsor yang melanda Desa Pasir Langu telah memasuki hari ketiga. Data sementara menunjukkan bahwa tim SAR gabungan berhasil menemukan sembilan korban meninggal dunia. Selain itu, 81 jiwa masih dinyatakan hilang, dan 23 orang selamat. “Sehingga total korban terdampak berjumlah 113 jiwa. Angka jumlah korban ini bersifat sementara dan masih akan terus dilaksanakan verifikasi di lapangan,” ujar Kapusdatin Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. Dari sembilan korban meninggal yang sudah teridentifikasi, lima korban sudah diserahterimakan kepada pihak keluarga dan empat orang masih di Posko Disaster Victim Identification (DVI). Pengerahan alat berat juga telah dilakukan, namun kondisi tanah yang masih labil menjadi tantangan bagi tim SAR gabungan dalam melakukan operasi pencarian.
Ringkasan Berita TKA 2026 untuk Siswa SD dan SMP Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kembali…
– Aktor Ammar Zoni baru saja menghadiri sidang terkait kasus narkoba yang sedang menimpanya. Dalam…
Skema Kredit Motor Listrik Polytron 2026: Pilihan Ramah Lingkungan dengan Cicilan Terjangkau Polytron menjadi salah…
Harga Emas Batangan Antam Turun Pada Senin (23/3/2026) Harga emas batangan bersertifikat dari Logam Mulia…
Lokasi dan Keunikan Stasiun Garut Stasiun Garut merupakan salah satu titik penting dalam sistem transportasi…
Silaturahmi Idulfitri: Suku Togutil Turun Gunung, Jalin Persaudaraan dengan Warga Halmahera Perayaan Idulfitri di pedalaman…