Lonjakan Penumpang di Kalimantan Timur: Angkutan Udara dan Laut Mengalami Peningkatan Signifikan di Akhir 2025
Sektor transportasi di Provinsi Kalimantan Timur menunjukkan geliat yang luar biasa pada bulan Desember 2025, ditandai dengan lonjakan penumpang pada moda transportasi udara domestik dan laut yang mencapai angka dua digit jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Fenomena ini, meskipun menggembirakan dari sisi mobilitas masyarakat, justru berbanding terbalik dengan volume barang yang diangkut, yang dilaporkan mengalami kontraksi.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai, merinci data yang menunjukkan tren positif ini. Pada Desember 2025, jumlah penumpang angkutan udara domestik tercatat sebanyak 265.555 orang. Angka ini merupakan peningkatan sebesar 15,44% dibandingkan dengan bulan November 2025.
“Penumpang angkutan laut dalam negeri juga mencatat lonjakan tajam, yaitu sebanyak 55.373 orang, melonjak 51,20 persen dari bulan sebelumnya,” jelas Mas’ud Rifai dalam sebuah keterangan resmi.
Peningkatan Penumpang di Berbagai Bandara
Tren kenaikan penumpang angkutan udara tidak hanya terjadi di satu atau dua bandara, melainkan merata di seluruh bandara yang beroperasi di Kalimantan Timur. Bandara Sepinggan, Balikpapan, menjadi primadona dengan pertumbuhan penumpang mencapai 17,02%. Diikuti oleh Bandara Datah Dawai di Mahakam Ulu yang mencatat pertumbuhan 15,79%, serta Bandara Melalan di Kutai Barat dengan peningkatan 12,36%.
Bandara APT Pranoto di Samarinda dan Bandara Kalimarau di Berau juga turut berkontribusi pada tren positif ini, masing-masing mengalami pertumbuhan sebesar 10,80% dan 10,39%.
Secara dominan, Bandara Sepinggan-Balikpapan masih menjadi tulang punggung utama transportasi udara di Kalimantan Timur. Bandara ini menguasai pangsa pasar domestik sebesar 75,91%, dengan total 201.596 penumpang yang dilayani. Sementara itu, Bandara APT Pranoto-Samarinda memberikan kontribusi yang signifikan pula, yaitu 14,34% dari total penumpang domestik, dengan jumlah 38.068 penumpang.
Performa Menggembirakan Penumpang Internasional
Di luar pergerakan domestik, penumpang internasional dari Kalimantan Timur juga menunjukkan tren yang sangat menggembirakan. Pada Desember 2025, tercatat sebanyak 6.660 orang melakukan perjalanan ke luar negeri. Angka ini melonjak drastis sebesar 58,16% jika dibandingkan dengan bulan November 2025.
Jika melihat data kumulatif sepanjang Januari hingga Desember 2025, jumlah penumpang internasional mencapai 64.044 orang. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 29,41% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, menandakan pemulihan dan peningkatan minat perjalanan internasional dari wilayah ini.
Angkutan Laut: Pertumbuhan Tertinggi dan Dominasi Pelabuhan
Sektor angkutan laut juga tidak kalah impresif dalam mencatatkan pertumbuhan penumpang. Pelabuhan Bontang-Lhok Tuan menjadi pelabuhan dengan pertumbuhan penumpang tertinggi, yaitu sebesar 67,99%. Angka ini diikuti oleh Pelabuhan Semayang-Balikpapan yang mencatat pertumbuhan 50,49%, dan Pelabuhan Samarinda dengan kenaikan 46,47%.
Pelabuhan Semayang di Balikpapan memegang kendali pasar angkutan laut domestik, menguasai 63,72% pangsa pasar dengan melayani 35.282 penumpang.
Kontraksi Volume Barang, Namun Pertumbuhan Kumulatif Tetap Positif
Berbanding terbalik dengan lonjakan penumpang, volume barang yang diangkut melalui jalur laut justru mengalami penyusutan. Pada Desember 2025, volume barang yang diangkut mengalami kontraksi sebesar 6,23% dibandingkan bulan sebelumnya, tercatat sebanyak 9,37 juta ton.
Penurunan volume barang ini terjadi di beberapa pelabuhan utama, seperti Pelabuhan Sangatta yang mengalami penurunan 26,98%, Pelabuhan Tanah Grogot sebesar 8,74%, dan Pelabuhan Samarinda yang turun 7,87%.
Meskipun demikian, jika dilihat secara akumulatif sepanjang tahun 2025, total barang yang diangkut melalui jalur laut tetap menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 1,61%.
Pelabuhan Kuala Samboja menjadi pelabuhan terbesar dalam pengangkutan barang, menyumbang 2,69 juta ton atau 28,73% dari total volume barang di Kalimantan Timur. Diikuti oleh Pelabuhan Sangkulirang dengan 1,80 juta ton (19,22%), Pelabuhan Tanjung Redeb dengan 1,60 juta ton (17,08%), dan Pelabuhan Tanah Grogot dengan 1,36 juta ton (14,52%).
Pergeseran Preferensi Moda Transportasi Masyarakat
Menariknya, ketika melihat tren tahunan, pola yang ditunjukkan berbeda. Penumpang angkutan udara domestik selama periode Januari hingga Desember 2025 justru mengalami penurunan sebesar 4,88% dibandingkan tahun 2024, dengan total 2,82 juta orang.
Sebaliknya, penumpang angkutan laut dalam negeri untuk periode yang sama menunjukkan peningkatan yang signifikan sebesar 21,21%, mencapai 600.761 orang. Perbedaan tren ini mengindikasikan adanya pergeseran preferensi moda transportasi di kalangan masyarakat Kalimantan Timur, di mana angkutan laut tampaknya semakin diminati sebagai alternatif perjalanan.







