Kabar duka menyelimuti dunia hiburan dengan berpulangnya Lucky Widja, yang lebih dikenal sebagai Lucky Element. Pria yang dikenal ramah ini menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Halim, Jakarta, pada Minggu (25/1/2026) malam. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para penggemarnya.
Sebelumnya, Lucky sempat berbagi cerita tentang penyakit aneh yang dideritanya sejak tahun 2022. Curhatan lawasnya kepada sahabat sekaligus rekan manggungnya, Ferdy Tahier, kembali mencuat setelah kabar duka ini.
Dalam obrolan yang terekam di kanal YouTube Ferdy Element tiga tahun lalu, Lucky mengungkapkan bahwa ia mengidap penyakit langka yang mengganggu fungsi ginjalnya.
“Jadi gue selama tahun 2022 kemarin sakit parah. Sakit parah,” ungkap Lucky dalam video tersebut. “Jadi gue kena sakit agak aneh tuh namanya TB ginjal, tuberkulosis ginjal,” lanjutnya.
Penyakit tersebut menyerang seluruh organ tubuh bagian bawahnya. “Dan juga tuberkulosis di seluruh bagian bawah badan, ginjal, ureter, kandung kemih, uretra, kena semua tuh. Jadi semua saluran kencing yang ke bawah itu kena semua,” jelas Lucky.
Ia juga menceritakan bagaimana penyakit ini memengaruhi fungsi ginjalnya. “Gue iseng cek darah, coba cek fungsi ginjal ternyata ginjal gue udah stadium lima tuh kacaunya. Jadi tinggal 19 persen apa 20 persen,” ujarnya.
Kabar duka ini pertama kali diketahui dari unggahan Ferdy Element. “Selamat jalan adik gue, partner gue di panggung. Lo sudah nggak sakit lagi sekarang, nggak butuh cuci darah lagi, nggak butuh oksigen lagi,” tulis Ferdy di akun Instagramnya, @Ferdy_Tahier.
Dalam unggahan lainnya, Ferdy menambahkan, “Gw sendirian di panggung nyanyinya sekarang… semoga gw bisa ya nyanyi sendiri… semoga lo husnul khotimah ya Ki… sampai ketemu lagi kita ya brader.”
Menurut informasi yang beredar, Lucky menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 22.26 WIB. Jenazahnya dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Senin (26/1/2026).
Mengenal Lebih Dekat Tuberkulosis Ginjal (TB Ginjal)
Lalu, apa sebenarnya TB Ginjal itu? TB Ginjal merupakan infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang organ ginjal. Kondisi ini tergolong sebagai tuberkulosis ekstra paru, yang berarti TBC tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga organ tubuh lainnya. Dalam dunia medis, infeksi ini juga dikenal sebagai tuberkulosis genitourinaria karena dapat menyerang berbagai bagian sistem perkemihan.
Organ yang Berisiko: Organ yang berisiko terdampak meliputi ginjal, kandung kemih, saluran kemih, kelenjar prostat, kantong testis, hingga panggul pada wanita. Bakteri penyebab TBC dapat menginfeksi salah satu atau kedua ginjal secara bersamaan.
- Umumnya, infeksi bermula di bagian terluar ginjal atau korteks, lalu secara perlahan menyebar ke bagian dalam yang disebut medula. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini berpotensi menyebabkan pembengkakan hingga kerusakan ginjal permanen, bahkan berujung pada gagal ginjal stadium akhir.
Gejala TB Ginjal yang Seringkali Menyerupai Infeksi Saluran Kemih (ISK)
TB ginjal seringkali sulit terdeteksi karena tidak selalu menimbulkan gejala pada tahap awal. Ketika gejala mulai muncul, keluhan yang dialami penderita seringkali mirip dengan infeksi saluran kemih (ISK) atau gangguan kandung kemih.
Gejala yang Mungkin Muncul: Beberapa tanda yang dapat muncul antara lain:
- Urine berdarah (hematuria)
- Frekuensi buang air kecil meningkat (sering buang air kecil)
- Nyeri atau sensasi panas saat berkemih (disuria)
- Nyeri di bagian pinggang atau perut
- Pada pemeriksaan urine, dapat ditemukan nanah (piuria), protein (proteinuria), atau sel darah putih (leukosituria).
Gejala Umum TBC: Selain gejala-gejala di atas, penderita juga bisa mengalami gejala umum TBC, seperti:
- Demam
- Penurunan berat badan
- Keringat malam
- Batuk berkepanjangan
- Tubuh terasa lemas
Kondisi ini biasanya dicurigai dokter ketika keluhan pasien tidak membaik meski telah mengonsumsi antibiotik standar untuk ISK.
Penyebab dan Faktor Risiko TB Ginjal
Tuberkulosis ginjal disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang umumnya menginfeksi saluran pernapasan. Pada kasus tertentu, infeksi juga dapat dipicu oleh Mycobacterium bovis.
Penyebaran Infeksi: Penyakit ini umumnya berawal dari TBC paru yang kemudian menyebar ke ginjal melalui aliran darah. Penyebaran ini bahkan bisa terjadi dalam rentang waktu 5 hingga 25 tahun setelah infeksi awal.
Vaksin BCG: Terdapat laporan bahwa infeksi mycobacterium dapat terjadi akibat penggunaan vaksin BCG yang disuntikkan langsung ke kandung kemih sebagai terapi kanker kandung kemih. Meski metode ini bermanfaat, dalam sejumlah kasus justru memicu terjadinya TB ginjal.
Faktor Risiko: Siapa pun berpotensi mengalami penyakit ini, namun risiko lebih tinggi dialami individu dengan sistem imun lemah, seperti:
- Penderita HIV
- Penderita Diabetes
- Pasien yang mengonsumsi obat imunosupresan pascatransplantasi organ
Risiko dan Komplikasi TB Ginjal yang Mengancam
Infeksi mycobacterium pada ginjal dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi antara lain:
- Hipertensi akibat gangguan ginjal
- Penumpukan kalsium (nefrokalsinosis)
- Pembengkakan ginjal (hidronefrosis)
- Pembentukan nanah yang menyebar ke jaringan sekitar (abses perinefrik)
- Penyempitan ureter (striktur ureter)
- Gangguan pada kandung kemih
- Perubahan sel ginjal yang berisiko menjadi kanker
- Gagal ginjal kronis atau stadium akhir yang memerlukan terapi pengganti ginjal (dialisis atau transplantasi ginjal)
Oleh karena itu, deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius pada ginjal akibat TB ginjal. Jika Anda mengalami gejala-gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai.







