Kota Masohi, ibu kota Kabupaten Maluku Tengah, bersiap menyambut bulan suci Ramadan dengan wajah baru di salah satu jalan utamanya. Jalan Pattimura, yang lebih dikenal sebagai Jalan Protokol, akan disulap menjadi pusat kegiatan “ngabuburit” yang meriah, di mana masyarakat dapat mengisi waktu menunggu berbuka puasa dengan berbagai aktivitas menarik. Konsep ini tidak hanya bertujuan untuk memeriahkan suasana Ramadan, tetapi juga untuk memberikan ruang pertumbuhan dan peningkatan pendapatan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Masohi.
Jalan Pattimura memiliki panjang sekitar 900 meter dan terletak strategis di jantung ibu kota Maluku Tengah. Lokasinya yang berada di kawasan perkantoran, hanya berjarak sekitar 200 meter dari Pasar Binaiya Masohi, menjadikannya titik yang ideal untuk berbagai kegiatan publik. Keberadaan jalan ini di pusat kota memudahkan akses bagi masyarakat dari berbagai penjuru Masohi untuk datang dan berpartisipasi.
Konsep menjadikan Jalan Pattimura sebagai pusat ngabuburit Ramadan ini sejalan sepenuhnya dengan visi dan arahan Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir. Dukungan penuh datang dari orang nomor satu di Maluku Tengah ini, yang secara langsung menyampaikan dukungannya saat menghadiri kegiatan car free day beberapa waktu lalu. Bupati Zulkarnain menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk selalu mendukung para pelaku UMKM.
“Tentu kita support para pelaku UMKM. Di manapun ruang yang bisa tumbuh, yang tidak menyalahi aturan, kita akan dukung sepenuh hati,” ujar Bupati Zulkarnain dengan tegas. Pernyataan ini disambut baik oleh para pelaku UMKM yang melihat peluang besar untuk mengembangkan usaha mereka di momen yang dinanti-nantikan umat Muslim ini.
Bupati menambahkan bahwa ia sangat berharap agar pada sore hari di bulan puasa, kegiatan car free day dapat diselenggarakan dengan konsep yang lebih luas. Konsep tersebut mencakup pembukaan ruang bagi para pencinta olahraga untuk beraktivitas fisik sambil menunggu waktu berbuka, serta memberikan kesempatan yang lebih besar bagi para pelaku UMKM untuk menjajakan produk-produk mereka.
“Menurut saya tidak jadi masalah, sebab bisa olahraga sambil ngabuburit dan juga bisa mengejar (membeli) takjil,” jelas Bupati, menggarisbawahi potensi sinergi antara aktivitas fisik, spiritualitas, dan ekonomi.
Lebih lanjut, Bupati Zulkarnain menilai bahwa Jalan Pattimura memiliki lokasi yang sangat strategis untuk dijadikan pusat penjualan takjil, atau makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Keberadaan jalan ini di pusat kota, dengan akses yang mudah dan ramainya lalu lintas pejalan kaki pada sore hari, menjadikannya tempat yang ideal bagi para pedagang takjil untuk berjualan.
“Kalau bisa di tempat ini dijadikan car free day di sore hari sebagai tempat penjualan takjil, mungkin lebih bagus lagi,” imbuhnya. Bupati yang akrab disapa Bang Ozan ini berharap agar momen Ramadan kali ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan.
“Selamat memasuki Bulan Suci Ramadan, semoga Ramadan kali ini membuat kita lebih baik, takwa, dan banyak pendapatannya,” harap Bupati Zulkarnain, menyematkan doa dan harapan terbaik bagi seluruh warganya.
Bupati Zulkarnain menilai bahwa penyelenggaraan car free day pada pekan sebelumnya terasa lebih istimewa dibandingkan dengan momen-momen sebelumnya. Hal ini dikarenakan kegiatan tersebut telah melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari para pegiat olahraga hingga para pelaku UMKM.
“Telah dilaksanakan beberapa kali. Car free day kali ini lebih spesial karena melibatkan UMKM dan para pecinta olahraga senam dan lainnya. Kami bangga bahwa kita punya ruang untuk bertemu, kita punya ruang untuk bertukar pikiran, dan kita punya ruang untuk saling membantu, dan mendukung kemajuan UMKM,” tandas Bupati Bang Ozan.
Penyelenggaraan car free day yang melibatkan UMKM tidak hanya menjadi ajang promosi produk lokal, tetapi juga menjadi sarana interaksi sosial yang mempererat tali silaturahmi antarwarga. Para pelaku UMKM dapat berinteraksi langsung dengan konsumen, menerima masukan, dan membangun hubungan yang lebih baik. Sementara itu, masyarakat dapat menikmati suasana sore yang lebih segar dan sehat, sambil berbelanja kebutuhan berbuka puasa.
Transformasi Jalan Pattimura menjadi pusat ngabuburit Ramadan diharapkan membawa berbagai manfaat signifikan bagi para pelaku UMKM di Masohi. Beberapa potensi dan manfaat yang dapat dirasakan antara lain:
Konsep ini menunjukkan bagaimana sebuah ruang publik dapat dioptimalkan untuk tujuan yang lebih luas, yaitu tidak hanya sebagai sarana rekreasi dan aktivitas fisik, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan, terutama di momen-momen penting seperti bulan suci Ramadan. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan partisipasi aktif dari masyarakat, Jalan Pattimura diharapkan akan menjadi destinasi ngabuburit yang ikonik dan bermanfaat bagi seluruh warga Masohi.
Tragedi di Pesta Pernikahan Purwakarta Suasana bahagia pernikahan di Purwakarta berubah menjadi duka, setelah tuan…
Jadwal Lengkap Moto3, Moto2, dan MotoGP Spanyol 2026 di Sirkuit Jerez Balapan Moto3, Moto2, dan…
Ruang Kreatif "Rekam Diri" di Bandung Di tengah kota Bandung, sebuah ruangan yang menawarkan pengalaman…
Peninjauan Langsung Lokasi Pengelolaan Bahan Kompos di Taman Bung Karno Wakil Bupati Badung, Bagus Alit…
Konsolidasi Internal dan Target Ambisius PSI Banten Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI)…
Kunjungan Mendagri ke Aceh Tamiang untuk Memastikan Kebutuhan Pengungsi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua…