Partai Demokrat Liberal (LDP) yang dipimpin oleh Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi telah mencatat kemenangan bersejarah yang luar biasa dalam pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat pada Minggu, 8 Februari 2026. Partai LDP berhasil mengamankan mayoritas dua pertiga kursi di badan legislatif yang beranggotakan 465 kursi tersebut, menandai sebuah era baru dalam lanskap politik Jepang pascaperang.
Hasil penghitungan suara yang dirilis pada Senin pagi menunjukkan bahwa LDP, yang sebelumnya menguasai 198 kursi, kini berhasil memenangkan 316 kursi. Angka ini merupakan pencapaian tertinggi yang pernah diraih oleh partai mana pun di Jepang sejak era pascaperang. Jika digabungkan dengan mitra koalisinya, Partai Inovasi Jepang (JIP), blok koalisi yang berkuasa ini berhasil mengamankan total 352 kursi, sebuah peningkatan signifikan dari 233 kursi yang mereka miliki sebelumnya.
Dalam sebuah penampilan di televisi, Perdana Menteri Takaichi menyatakan komitmennya untuk semakin memperkuat hubungan antara LDP dan JIP. Beliau mengungkapkan, “Kami telah menyusun kesepakatan kebijakan bersama secara rinci dengan JIP, yang memiliki pandangan serupa mengenai arah negara ini, terutama ketika kami menghadapi situasi sulit setelah Komeito memutuskan untuk meninggalkan koalisi.” Pernyataan ini menggarisbawahi kedekatan ideologis dan strategis antara kedua partai.
Lebih lanjut, Takaichi membuka pintu lebar-lebar bagi partai-partai lain untuk bergabung dalam koalisi LDP. “Jika ada pihak lain yang ingin bekerja sama dengan kami, saya akan menyambut mereka dengan tangan terbuka,” ujarnya, mengindikasikan keinginan untuk membangun konsensus yang lebih luas di pemerintahan.
Kemenangan telak koalisi yang berkuasa ini tidak hanya memberikan mereka legitimasi yang kuat, tetapi juga jauh melampaui ambang batas mayoritas super yang dibutuhkan, yaitu 261 kursi. Dengan keunggulan ini, LDP dan JIP akan memiliki kekuatan signifikan untuk meloloskan rancangan undang-undang penting. Lebih dari itu, mayoritas ini memungkinkan mereka untuk memimpin semua 17 komite tetap di Dewan Perwakilan Rakyat, memberikan kontrol yang substansial atas agenda legislatif.
Di sisi lain, aliansi oposisi yang baru dibentuk, Central Reform Alliance (CRA), yang merupakan gabungan dari Partai Demokrat Konstitusional Jepang (CDP) dan Komeito, mengalami pukulan telak. Partai ini menyaksikan penurunan drastis jumlah kursinya dari situasi pra-pemilu menjadi hanya 49 kursi. Kekalahan yang memilukan ini berpotensi memicu pengunduran diri salah satu pemimpin partai, Yoshihiko Noda, yang telah mempertaruhkan seluruh karier politiknya demi pembentukan partai baru ini.
Hasil pemilihan umum kali ini mengingatkan kembali pada pemilihan umum tahun 2012, ketika LDP berhasil merebut kembali kendali atas Dewan Perwakilan Rakyat dengan memenangkan 294 kursi. Kemenangan tersebut menjadi fondasi penting bagi pemerintahan mantan Perdana Menteri Shinzo Abe, yang kemudian berkuasa di Jepang selama hampir delapan tahun.
Faktor-faktor Kemenangan LDP
Yu Uchiyama, seorang profesor ilmu politik terkemuka di Universitas Tokyo, menyoroti beberapa faktor kunci di balik kemenangan besar LDP. Beliau berpendapat bahwa popularitas Perdana Menteri Takaichi menjadi salah satu penentu utama. “Terpilihnya Takaichi sebagai perdana menteri wanita pertama Jepang memberikannya citra yang sangat segar dan baru,” jelas Uchiyama. “Sementara itu, CRA — bahkan sampai nama partainya — terkesan agak kuno atau ketinggalan zaman, dan itu kemungkinan besar mempersulit partai tersebut untuk menarik simpati para pemilih.”
Implikasi Mayoritas Dua Pertiga
Dengan perolehan mayoritas dua pertiga kursi, pemerintah kini memiliki keleluasaan untuk menerapkan taktik parlementer yang lebih agresif. Salah satu implikasi penting adalah kemampuan untuk mengesampingkan keputusan Majelis Tinggi melalui pemungutan suara kedua di Majelis Rendah. Ini memberikan kekuatan legislatif yang luar biasa kepada koalisi yang berkuasa, memungkinkan mereka untuk mendorong agenda kebijakan mereka dengan lebih efisien, meskipun menghadapi potensi tentangan dari majelis legislatif lainnya.
Kemenangan ini membuka babak baru dalam pemerintahan Jepang, dengan LDP dan JIP memegang kendali yang kuat atas arah kebijakan negara. Fokus kini akan beralih pada bagaimana koalisi ini akan memanfaatkan mandat yang diberikan oleh rakyat untuk memajukan Jepang di berbagai sektor.







