Jakarta – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) secara resmi mengumumkan penghentian pelaksanaan program pembelian kembali saham (buyback). Keputusan ini diambil di tengah kondisi pasar modal yang menunjukkan fluktuasi signifikan. Aksi korporasi yang sebelumnya direncanakan ini diumumkan pertama kali kepada publik pada 10 Desember 2025.
Hingga tanggal 13 Februari 2025, PT Darma Henwa Tbk telah berhasil mengakuisisi kembali sejumlah 1.634.793.874 lembar saham. Jumlah ini setara dengan 4,03% dari total modal ditempatkan dan disetor perusahaan.
Untuk mendanai program pembelian kembali saham ini, perseroan telah menggelontorkan dana sebesar Rp 949.999.969.885. Angka ini hampir mencapai 100% dari total anggaran yang telah dialokasikan, yakni sebesar Rp 950 miliar.
Keputusan untuk mengakhiri program buyback lebih awal dari jadwal yang ditetapkan sebelumnya, yaitu 19 Februari 2026, disampaikan langsung oleh Director & Corporate Secretary Darma Henwa, Mukson Arif Rosyidi, melalui keterbukaan informasi pada Jumat, 13 Februari 2026.
“Dengan demikian, pelaksanaan pembelian kembali saham perusahaan dinyatakan berakhir pada 13 Februari 2026 atau lebih cepat dari jadwal pelaksanaan yang sebelumnya disampaikan yaitu tanggal 19 Februari 2026,” ungkap Mukson Arif Rosyidi.
Lebih lanjut, Mukson Arif Rosyidi menegaskan bahwa penghentian program buyback ini tidak akan memberikan dampak negatif terhadap berbagai aspek fundamental perusahaan. Aspek-aspek tersebut meliputi kegiatan operasional, kelancaran urusan hukum, kondisi keuangan perusahaan, serta kelangsungan usaha secara keseluruhan.
Program pembelian kembali saham merupakan salah satu strategi yang kerap ditempuh oleh perusahaan untuk berbagai tujuan. Diantaranya adalah untuk meningkatkan nilai saham perusahaan, memberikan sinyal positif kepada investor mengenai prospek bisnis yang cerah, serta sebagai bentuk pengelolaan struktur permodalan.
Pada saat pengumuman awal, PT Darma Henwa Tbk menyatakan bahwa pelaksanaan buyback saham ini bertujuan untuk memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan modal perusahaan, serta sebagai upaya untuk mempertahankan stabilitas harga saham di pasar modal. Keputusan untuk mengakhiri program lebih awal ini menunjukkan adanya penyesuaian strategi perusahaan terhadap dinamika pasar yang terjadi.
Fluktuasi pasar yang signifikan seringkali menjadi pertimbangan utama bagi perusahaan dalam memutuskan kelanjutan suatu program buyback. Kondisi pasar yang tidak menentu dapat mempengaruhi efektivitas program dan bahkan berpotensi menimbulkan risiko yang tidak diinginkan. Dalam kasus DEWA, keputusan untuk mengakhiri program lebih awal dapat diinterpretasikan sebagai langkah antisipatif untuk menghindari potensi kerugian akibat volatilitas pasar yang terus berlanjut.
Meskipun program buyback telah dihentikan, perhatian investor kini akan tertuju pada kinerja fundamental PT Darma Henwa Tbk ke depannya. Perusahaan yang bergerak di sektor jasa pertambangan ini memiliki peran penting dalam rantai pasok industri energi di Indonesia.
Dukungan dari pemegang saham mayoritas dan strategi bisnis yang adaptif diharapkan akan terus menopang pertumbuhan perusahaan. Pengelolaan operasional yang efisien dan kemampuan perusahaan dalam mengamankan kontrak-kontrak baru akan menjadi kunci utama dalam mengukur keberhasilan DEWA di masa mendatang.
Pihak manajemen PT Darma Henwa Tbk terus berupaya untuk menjaga kepercayaan investor melalui komunikasi yang transparan dan kinerja yang optimal, meskipun menghadapi tantangan pasar yang dinamis.
JAKARTA – Dana Pensiun BCA (Dapen BCA) menilai kembali mengalami peningkatan minat terhadap Sekuritas Rupiah…
Jadwal dan Prediksi Pertandingan Manchester City vs Arsenal di Liga Inggris 2026 Pertandingan antara Manchester…
Ringkasan Berita April menjadi bulan yang penuh aktivitas dan tantangan. Pemilik Shio Anjing akan menghadapi…
Peruntungan Karier Zodiak untuk Hari Senin 20 April 2026 Hari Senin 20 April 2026 akan…
Hizbullah memberikan pernyataan resmi terkait serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan yang…
Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi di Indonesia Dianggap Langkah Tepat Keputusan pemerintah menaikkan sejumlah harga bahan…