Angin puting beliung menerjang Dusun Salunaru, Desa Polewali, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, mengakibatkan sebuah pohon besar tumbang. Akibatnya, akses jalan tani yang vital bagi warga setempat tertutup total. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut.
Pohon yang tumbang memiliki diameter yang cukup besar, sehingga menutup seluruh badan jalan. Kondisi ini menyebabkan kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas, mengganggu aktivitas sehari-hari warga yang bergantung pada jalan tersebut untuk mengangkut hasil pertanian mereka.
Menanggapi laporan mengenai kejadian ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasangkayu bergerak cepat. Tim dari BPBD segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pembersihan dan membuka kembali akses jalan yang tertutup.
Kalaksa BPBD Pasangkayu, Arhamuddin, bersama dengan tujuh orang anggotanya, langsung berada di lokasi kejadian sejak pagi hari. Mereka membawa peralatan yang diperlukan, termasuk gergaji mesin (chainsaw), untuk memotong batang dan dahan pohon yang melintang di jalan.
Proses pembersihan pohon tumbang dilakukan dengan hati-hati mengingat ukuran batang pohon yang besar dan kondisi jalan yang sempit serta berada di area perkebunan. Personel BPBD menggunakan chainsaw untuk memotong bagian-bagian pohon yang menghalangi jalan.
Setelah beberapa jam bekerja keras, akhirnya jalan tani berhasil dibersihkan dan dapat dilalui kembali oleh warga. Aktivitas masyarakat pun berangsur normal setelah akses jalan dibuka.
Arhamuddin menjelaskan bahwa langkah cepat yang diambil oleh BPBD Pasangkayu bertujuan untuk meminimalkan dampak negatif bagi masyarakat. Ia menyadari bahwa jalan tani tersebut merupakan akses utama bagi warga untuk mengangkut hasil tani, terutama sawit. Jika jalan tersebut tertutup, maka aktivitas dan perekonomian warga akan terganggu.
“Jalan ini merupakan akses utama masyarakat untuk mengangkut hasil tani, salah satunya adalah sawit. Kalau tertutup, tentu sangat menghambat aktivitas warga,” ujarnya di lokasi kejadian.
Lebih lanjut, Arhamuddin menegaskan bahwa BPBD Pasangkayu selalu berupaya merespons cepat setiap laporan bencana, terutama yang berdampak langsung pada aktivitas dan perekonomian masyarakat. Ia berharap upaya yang dilakukan oleh timnya dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat.
Selain melakukan pembersihan, BPBD Pasangkayu juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi bencana lainnya. Cuaca belakangan ini masih tidak menentu dan berpotensi menimbulkan kejadian serupa, seperti angin puting beliung dan tanah longsor.
“Kami juga mengimbau warga agar tetap waspada, karena cuaca belakangan ini masih tidak menentu dan berpotensi menimbulkan kejadian serupa,” pungkasnya.
BPBD Pasangkayu terus memantau perkembangan cuaca dan siap siaga untuk memberikan bantuan jika terjadi bencana. Masyarakat juga diimbau untuk selalu berhati-hati dan melaporkan segera kepada pihak berwenang jika melihat tanda-tanda akan terjadinya bencana. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan merupakan kunci untuk mengurangi risiko dan dampak bencana.
Peristiwa Kekerasan di Kota Kupang Pada dini hari Jumat (3/4/2026), suasana tenang di Jalan Ukitau,…
Otak adalah pusat kendali tubuh kita, mengatur segala sesuatu mulai dari pemikiran, ingatan, hingga emosi.…
Perayaan Lima Tahun Pernikahan Aurel dan Atta Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar merayakan lima tahun…
Persebaya Surabaya Mengalahkan Persita Tangerang, Kemenangan yang Menjadi Alarm bagi Persija Jakarta Persebaya Surabaya berhasil…
Peningkatan Aktivitas Gunung Semeru Mengkhawatirkan Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi memberikan peringatan kepada masyarakat…
Penanganan Pungutan Liar dalam Pembayaran Pajak Kendaraan Seorang warga di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat,…