Performa Manchester United mengalami peningkatan yang signifikan sejak penunjukan Michael Carrick sebagai pelatih interim. Meskipun berhasil meraih hasil positif, mantan kapten Setan Merah, Roy Keane, berpendapat bahwa Carrick masih belum layak untuk menduduki jabatan pelatih permanen.
Michael Carrick secara resmi ditunjuk sebagai pelatih sementara Manchester United pada 14 Januari 2026. Ia akan memimpin tim hingga akhir musim 2025-2026, menggantikan peran Darren Fletcher yang sebelumnya bertindak sebagai caretaker setelah pemecatan Ruben Amorim. Ini merupakan periode kedua Carrick menduduki kursi kepelatihan MU. Sebelumnya, ia sempat memimpin tim dalam tiga pertandingan pada akhir tahun 2021.
Musim ini, Carrick datang di tengah kondisi tim yang sedang mengalami masa sulit. Sebelum pergantian pelatih, MU tercatat gagal meraih kemenangan dalam empat pertandingan terakhir di berbagai kompetisi.
Kemenangan Atas Man City dan Arsenal
Carrick langsung mencatatkan hasil positif dalam laga debutnya. MU berhasil mengakhiri tren negatif dengan menaklukkan Manchester City dengan skor 2-0 pada matchweek ke-22 Liga Inggris.
Hasil tersebut menjadi titik balik performa tim. Tren positif berlanjut pada pekan ke-23. Manchester United kembali meraih kemenangan penting setelah menundukkan Arsenal dengan skor 3-2 di Stadion Emirates.
Dua kemenangan atas tim papan atas tersebut membuat posisi Setan Merah terdongkrak di klasemen sementara. Berkat hasil tersebut, Manchester United naik ke peringkat keempat dengan koleksi 38 poin dari 23 pertandingan. Posisi ini menempatkan mereka di batas bawah zona Liga Champions, seiring dengan persaingan ketat pada musim Super League 2025-2026 versi domestik Inggris.
Penilaian Roy Keane Terhadap Masa Depan Carrick
Performa Manchester United yang meningkat memunculkan spekulasi bahwa Carrick berpeluang mendapatkan kontrak jangka panjang. Namun, Roy Keane memiliki pandangan yang berbeda. Ia menilai bahwa Carrick belum memiliki pengalaman yang cukup untuk memimpin klub besar dalam jangka waktu yang lama.
“Bahkan jika Manchester United berhasil meraih posisi keempat di Liga Inggris, saya tetap yakin bahwa Carrick bukanlah orang yang tepat untuk pekerjaan itu,” ujar Keane, sebagaimana dilansir dari Manchester Evening News.
“Mereka membutuhkan pelatih dengan nama besar dan berpengalaman,” imbuhnya.
Berikut adalah poin-poin penting yang menjadi dasar argumen Roy Keane:
Pengalaman yang Terbatas: Keane menekankan bahwa Carrick belum memiliki pengalaman yang cukup untuk menangani klub sebesar Manchester United. Pengalaman adalah faktor krusial dalam mengelola tekanan dan ekspektasi tinggi yang selalu menyertai klub sebesar MU.
- Carrick, meskipun merupakan mantan pemain yang sukses dan memiliki pemahaman yang baik tentang klub, masih tergolong baru dalam dunia kepelatihan.
Kebutuhan Akan Nama Besar: Keane berpendapat bahwa Manchester United membutuhkan pelatih dengan reputasi yang sudah teruji dan memiliki nama besar di dunia sepak bola.
- Kehadiran pelatih dengan nama besar dapat memberikan dampak positif tidak hanya pada performa tim di lapangan, tetapi juga pada citra klub secara keseluruhan.
- Pelatih dengan nama besar biasanya memiliki kemampuan untuk menarik pemain-pemain berkualitas dan membangun tim yang kompetitif.
Kemampuan Mengelola Tekanan: Mengelola tekanan di klub sebesar Manchester United membutuhkan pengalaman dan ketenangan yang luar biasa. Keane meragukan apakah Carrick sudah memiliki kemampuan tersebut.
- Tekanan dari media, fans, dan manajemen klub dapat mempengaruhi performa tim jika tidak dikelola dengan baik.
Kebutuhan Akan Strategi Jangka Panjang: Keane berpendapat bahwa Manchester United membutuhkan pelatih yang mampu menyusun strategi jangka panjang untuk membangun kembali kejayaan klub.
- Strategi jangka panjang ini harus mencakup pengembangan pemain muda, perekrutan pemain yang tepat, dan pembentukan budaya tim yang kuat.
Meskipun Carrick berhasil memberikan dampak positif dalam waktu singkat, Keane tetap meyakini bahwa Manchester United membutuhkan pelatih yang lebih berpengalaman dan memiliki reputasi yang lebih mapan untuk membawa klub kembali ke puncak kejayaan. Keputusan akhir mengenai masa depan Carrick akan sangat bergantung pada performa tim di sisa musim ini dan pertimbangan dari manajemen klub.







