Kronologis Kejadian Perkelahian Gentle One By One Versi Rikardo CS

  • Whatsapp
banner 468x60

Batam, Melayuraya.co.id – “Awal mula kejadiannya dari punggur, kami ada 5 (lima) orang, 3 (tiga) orang laki-laki dan 2 (dua) orang perempuan.

Sekitar jam 12 (dua belas) malam aku di perintahkan bosku untuk jemput uang ke punggur, jadi aku bilang ke bosku, aku enggak tahu daerah punggur, jadi bos bilang uda kamu telpon aja sama si turut katanya, okelah ku bilang.

“Awalnya aku mau pergi sendiri tapi kawan mau ikut jadilah kami pergi berlima.Pas ditengah jalan aku telpon dia (Si TurutLumbantoruan), habis itu ku bilang di punggur kau dimananya…?, “kataku.

“Datang aja ke dekat Gereja Katholik, “kata si Turut ini.

“Kubilang aku enggak tahu Gereja Katholik di punggur, share lokasilah kubilang sama si Turut, tapi dia enggak mau share lokasinya dimana ?, dia hanya bilang di Punggur gitu aja, dekat Gereja Katholik habis itu aku telpon lagi dia nomer hpnya enggak aktif.

“Lalu kutelpon temanku yang ada di Punggur menanyakan di mana posisi Gereja Katholik itu, lalu temanku itu kasi tahu jalannya di mana. “Setelah kami ke punggur kami jumpa si Turut di tengah jalan, dia lagi mau turun mobil atau mau naik mobil kami enggak tau, terus mobil saya parkir di tepi jalan dengan keadaan mobil saya masih hidup.

“Karena tujuan kami hanya mau ambil uang ini. Habis dari situ aku jumpai si Turut dan dia enggak terima kalau aku yang datang ambil uang itu sendiri sama dia, Si Turut mau nya bosku yang ambil, jadi dia bilang aku enggak ada urusan sama kau kata si Turut, jadi kubilang kau yg suruh kok datang kesini, kok kau pula yg kayak gitu ngomongnya.

“Lalu Si Turut bilang aku enggak ada urusan sama kau, “kata Si Turut.

“Lalu kubilang lah, kalau enggak ada urusan ngapain kau suruh datang kemari kubilang gitu, kau yang bilang jumpa di dekat Gereja Katholik, lalu Si Turut bilang ke saya maksud kau apa ?,

lalu kubilang maksud kau juga apa?, kau yang suruh kami datang tapi kau enggak mau kasi uangnya. lalu kami ributlah di jalan itu, habis itu orang ramai lah, jadi karna uda ramai orang datang Si Turut ini merasa soklah, karena merasa kampung dia disitu, jadi temanku yang di dalam mobil keluar, melihat kami yang ribut-ribut tadi. Jadi karna uda ramai orang dilokasi itu, datanglah Si Turut ini langsung memukul aku, terus kawan-kawan dia pun yang di belakang ikut memukul aku, cuman yang jelas aku lihat yang memukul aku cuman Si Turut ini, karna pas dia mukul tepat pada mulutku, kalau teman dia yang lain aku enggak lihat karena posisi mereka di belakangku.

“Lalu setelah ribut disitu datanglah marga Aritonang, dia nyariin aku sambil bawa samurai, jadi karna uda ramai ada temanku yang badannya sama seperti aku, jadi dikirain si aritonang ini temanku ini aku, lalu kawanku ini pertama ditarik Si

Aritonang sambil keluarkan samurai sambil bilang kau ya Sitorus ?, bilang sama temanku ini, jadi datang temanku ini bilang bukan, bukan aku Sitorus dia bilang gitu, baru aku langsung bilang lah aku Sitorus kubilang gitu sama Si Aritonang tadi. “Lalu dia menunjukkan samurai yang dia bawa itu.

setelah itu ada marga Butar-butar misahin kami, dan suruh kami pulang.

“Setelah kami naik kemobil Si Turut ini mau ngasih uang itu, tapi enggak sesuai dengan uang yang mau kami ambil, kami enggak mau terima, terus uang yang mau kami jemput itu mau dikasi ke temanku, tapi temanku itu enggak mau terima juga, di bilang kawan tadilah sekarang enggak ada urusan kami masalah uang ini, kami datang baik-baik malah kalian keroyok kami,

“kata temanku tadi ke Si Turut, tapi Si Turut memaksa uang itu harus di ambil samaku tapi aku tak mau ambil lagi.

“Habis itu Si Turut itu datang menghampiriku, dibukanya pintu mobilku, lalu dia memukul kaca mobilku tapi enggak pecah, terus dia tendang pintu mobilku sebelah kanan sampai penyok, dia enggak terima karna uang itu enggak mau kami ambil, karna kalau emang niat dia mau kasi uang tersebut kenapa mesti ribut dulu, jadi kami enggak mau ambillah uangnya, biar urusan dialah nanti sama bos kami.

“Setelah itu kami pun pulang. Karena aku merasa enggak terima aku di pukuli tadi aku langsung telpon bos, ini gimana masalahnya bos, tadi kami di keroyok disini kubilang sama bos, lalu kubilang lagi aku enggak terima.

“Terus aku buat laporanlah ke Polsek Nongsa. Sesampainya disana saya di suruh naik ke lantai dua ruangan reskrim, jadi alasan orang reskrim bilang laporan abang tetap kita terima, tapi posisi sekarang enggak mungkin kita tindak lanjutin karna orang buser keluar semua di lapangan.

“Terus pihak reskrim bertanya siapa pelakunya, jadi saya bilang aku enggak kenal sama orang itu semua hanya yang jelas, mereka mukul aku, Si Turut Lumban toruan, sama ada orang yang bawa samurai.

Oh iya kami uda kenal orangnya itu kata pihak reskrim.

Setelah itu mereka suruh besok ajalah abang datang kesini lagi ya katanya, yang jelas masalah ini kami tindak lanjutin, “kata mereka.

“Jadi abang harus visum dulu malam ini kata pihak reskrim sama saya, lalu kami pergi ambil visum ke rumah sakit elisabet, tapi sebelum pergi, saya bilang ke orang reskrim itu kami datang lagi tak pak kesini ?, terus pihak reskrim bilang enggak usah, lusa saja, karna kami udah kenal orangnya, dan saya dengar pihak reskrim telpon buser yg ada di lapangan supaya pelaku diamankan, tapi untuk saat ini abangkan di keroyok rame di sana, sementara anggota kami enggak mencukupi pada tugas semua.

“Dikarenakan posisi malam itukan malam takbiran, jadi saya bilang okelah bang. Habis itu pergilah kami ke RS Elisabet untuk visum. “Habis dari situ kami langsung pulang ke rumah.

Ditengah jalan saya ditelpon temannya Si Turut Lumbantoruan ini tapi saya enggak kenal sama orangnya, katanya dia marga Simatupang, dia bilang aku hanya penengah aja lae katanya, jadi dia bilang aku hanya mau menghantar uang yg mau di kasi Si Turut Lumbantoruan itu lae katanya, terus saya bilang enggak usah lae besok aja kita jumpa di Polsek Nongsa, saya bilang gitu sama teman Si Turut tadi.

“Karena aku gk terima lae di keroyok tadi sama mereka, jadi aku sudah buat laporan ke Polsek tadi, okelah lae kalau gitu, jawab teman Si Turut tersebut.

“Jadi mungkin teman Si Turut tadi ngadulah bahwasannya aku uda buat laporan ke Polsek Nongsa yang ada di Punggur, terus Si Turut enggak terima kalau saya buat laporan.

“Setelah itu ditelpon-telpon Si Turut tadilah aku, diancam dan dicaci-makinya aku, dimana kau

babi, anjing.

Habis itu sampailah kami ke Batu Aji ke kantor BMI disamping Mitra Mall dekat kantor DPC PBB, kusampaikanlah masalah tadi ke bos ku.

“Setelah itu kami enggak percaya lagi sama mereka, mereka akan datang lagi ke Batu Aji, padahal waktu itu sudah Jam 02.00 Wib subuh.

“Jadi datang bos udalah kita bubar dan pulanglah, kata bos.

“Setelah kami bubaran bospun pulang duluan dari Mitra Mall.

Si turut ini kembali meneleponku dan bilang kau dimana ?, kubilang aku di Mitra Mall di kantor BMI, dia lalu bilang kau jangan bohong, kau anjing kau dimana ?, kata Si Turut, aku bilang lagi aku di Mitra Mall, jadi dia bilang kau enggak usah bohong, aku uda lihat bosmu uda pulang, katanya.

“Jadi kubilang kalau kau mau datang, datanglah kesini ke kantor PAC, “kubilang,lalu diturut bilang aku sudah di depan rumahmu kata diturut,lalu saya bilang ngapain kerumahku anak istriku di rumah kubilang.lalu si turut bilang kau akan kubunuh malam ini ujar turut sama saya,lalu saya bilang ya Uda kau kalau gk senang datang aj ke mitra mol dekat kantor PBB saya bilang(percakapan lewat tlp) oke kau tunggu di sana kata Si Turut ini sama aku, jadi aku merasa takut jugalah, terus aku telpon buser Polsek Batu Aji bang RISKI namanya, kubilang bang aku mau melapor tadi aku ribut di punggur di keroyok orang, dan sekarang orang itu mau ngejar aku ke Batu Aji, mereka uda di jalan menuju kesini, bang kubilang, oke bang, siap kata buser tadi. “Rupanya orang buser ini enggak sampai-sampai juga di TKP, tak lama datanglah orang Si Turut ini ada 8 (delapan) orang tapi mobil mereka diparkir dekat jekpot uban game zoon ada 3 (tiga) mobil.

“Setelah itu, mereka datanglah samperin kami, kami lagi duduk-duduk, lalu kubilang maksudmu apa ?terus kubilang ngapain bawa-bawa orang kayak gini, kita kan ribut berdua jadi masalah ini masalah kita berdua, karna kau yang mukul aku duluan, kubilang sama Si Turut ini, terus Si Turut bilang mau kau juga apa katanya kepadaku ?, kubilang kalau kau mau kita berdua aja berantemnya jangan ikut-ikut orang ini kubilang sama Si Turut, oke kata Si Turut.

Jadi kami menjauh dari orang-orang itu, ayok kata Si Turut.

Jadi yang namanya emosi aku takut lah, mana tau dia bawa sajam ya kan, jadi aku pegang pinggangnya, begitu aku pegang pinggangnya Si Turut langsung mukul aku, lalu kubalas lah pukulan dia, terus berduel lah kami berdua, jadi karna Si Turut ini kupukul jatuh KO, datanglah si Aritonang ini bantu Si Turut, terus kawankupun datang jugalah membantuku, tetapi aku tetap sama Si turut ini berduel, jadi aku enggak tahu siapa yang mukul Si Aritonang itu karena posisinya ramekan, orang itu saja berjumlah 8 (delapan) orang.

Jadi kawanku sama kawan Si Turut yang marga Aritonang itu ikut berantem juga.

“Sampai si Aritonang ini tergeletak KO pun aku sama si turut ini masih berduel berdua one by one.

“Jadi entah siapa yang buat jatuh tergeletak pingsan si Aritonang itu akupun enggak tahu-menahu dan Si Turut pun enggak tahu siapa yang buat Si Aritonang jatuh KO, karna si Aritonang ini terjatuh KO dekat kami, karna orang ramaikan.

“Jadi setelah itu Siturut ini bilang udalah torus, ampunlah aku katanya, lihatlah temanku itu udah terkapar katanya. “Iya uda emang aku niatnya enggak mau bunuh orang akhirnya si Turutpun aku lepaskan.

“Setelah itu kami lihatlah kawanya si Aritonang ini terus kusurulah di kasi air mukanya, habis itu karna uda kulepas Si Turut tadi kupanggil lah kawanku bantu si Aritonang ini, lalu si Turut ini di tinggalkannya lah si Aritonang ini, pergilah dia sama kawan-kawannya, kami panggil-panggil mereka agar membawa berobat si Aritonang, mereka enggak mau.

“Jadi inisiatiflah aku dan kawanku bawa si Aritonang ke rumah sakit Embung Fatimah, habis itu kami pulanglah. Terus aku telpon lagi Polsek Batu Aji, abang dimana bang…???, kubilang, dia bilang udah di jalan bang, terus aku bilang udah kejadian tadi bang, korban udah ada di rumah sakit ku bilang.

Enggak lama kemudian sampailah orang buser bang Riski tadi, terus pergi ke rumah sakit lalu di ceklah si Aritonang itu uda di bawa keruangan ICU, sesudah itu kamipun di suruhlah pergi.

“Entah gimana tak lama kemudian kami di panggil lagi ke Polsek Batu Aji dan langsung diamankan disanalah kami, begitulah jalan cerita sebenarnya, “ungkap Rikardo Sitorus.

Sumber : http://newshunter.id/kronologis-kejadian-perkelahian-gentle-one-by-one-versi-rikardo-cs/

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *